Showing posts with label sahabat yang merindui. Show all posts
Showing posts with label sahabat yang merindui. Show all posts

Wednesday, December 15, 2010

7 Daily Spiritual Productive Habits to Develop

Dec 14, 2010 05:36 pm | ProductiveMuslim

7 Daily Spiritual Productive Habits to Develop



You should aim to develop the following 7 Spiritually Productive activities into habits so that you can hopefully continue benefitting from them throughout your life. I consider these activities as the spiritual ‘bread and butter’ of any ProductiveMuslim. To develop them as habits is the essence of embarking on your journey towards the love of Allah (Subhanahu Wa Ta’ala) and constantly increasing in your eman, inshaAllah:

1) Pray the Sunnah Prayers before and/or after Prayer:

I know it’s easier to just pray the obligatory prayers and rush out of the mosque! However, when we realise the rewards we’re missing from not praying these Sunnah prayers we won’t leave them. Over the years I have learnt there’s only ONE way of getting yourself to pray these Sunnah prayers constantly: Get into the habit of praying them! They’ll soon become part and parcel of your Salah and your Salah will feel incomplete without performing these acts.

2) Remembrance of Allah after Salah:

Again, it’s easy to rush out after Salah due to our busy lives, though if we are honest, how long does it take to recite the supplications after Salah? (The Answer: 5-7 minutes!). If you’re not sure what I’m referring to, you may find the supplications at MakeDua.com. Nowadays you’ll find pocket notebooks/or phone applications with these supplications. Get into the habit of reciting them daily after each Salah to enrich your Salah experience.

3) Morning/Evening Remembrance of Allah:

Step 2 is also included in this habit. There exists a beautiful set of duas/remembrances from the Sunnah of the Prophet Muhammad (peace be upon him) which he used to say before sunrise and after sunset. They are true stress relievers and energy boosters which never fail to make my days and evenings feel blessed. [You can find the duas at MakeDua.com]

4) Night Prayer:

Hamdulillah, during Ramadan we have the wonderful Taraweeh prayers to attend. However, outside of Ramadan there are many opportunities to still obtain the reward of the night prayer. If you’re new to night prayer or you don’t pray it constantly during the year, make sure you try to attend prayers each and every night in congregation at the mosque (particularly brothers), and give yourself a ‘no-excuse’ policy. Develop a habit of praying Tahajjud and continuing to pray them for an entire 30 days; this will set you on better footing to continue with the Night Prayer for the rest of the year inshaAllah.

5) Duha Prayer:

Here’s a Productive Muslim’s top secret to a productive day: 2 rak’ahs known as the Duha prayer which you may pray at anytime after sunrise till before the sun reaches it’s zenith (around 30 minutes before Dhuhr). The reward of this prayer is similar to giving charity on behalf of every bone in your body, and the energy and buzz you feel during the day is amazing.

6) Supplications before you Sleep:

You’ve just had a long day and you’re super tired. You climb into bed and you want to hit the sack… but wait! Before you do, can you give yourself just 10 more minutes to recite the supplications before sleeping? That’s all. Try them and find yourself experiencing the most beautiful sleep ever and waking up for Fajr easily, inshaAllah. For more information on waking up for fajr, constantly, everyday, without fail Read How to Wake up for Fajr.

7) Reciting one hour of Quran each day:

Notice: I said here recite one hour of Quran each day and not one juz’ or one Surah. The amount of Quran you read is not as important as the quality of your understanding. If you spend one hour reciting one verse but understand it fully, that’s more important and beneficial then reciting lots of Quran at break-neck speed yet not understanding a word.

So there you go, 7 spiritually productive habits you can develop throughout the year starting from TODAY!


Cited from: Productive muslim.com

Thursday, July 1, 2010

Anas Bin Malik

أنس بن مالك الأنصاري

” اللهم ارزقه مالاً وولداً ، وبارك له

Anas bin Malik
Ya Allah berilah dia harta dan anak dan berkahilah. (Doa Rosul)

dakwatuna.com – Anas bin Malik sejak usia belianya telah mendapat talqin dua syahadat dari ibunya Al ghumaisho’, sejak itu tumbuhlah kecintaan hatinya yang bersih kepada Rasul SAW, bersemangat untuk mendengar langsung darinya, tidak heran kalau kadang telinga lebih awal merindukan dari pada penglihatan. Sudah lama anak kecil ini mendambakan bertemu langsung dengan Rasul di Mekah atau di Yatsrib sehingga ia dapat bahagia dengan pertemuannya.

Tidak berselang waktu yang lama, Yatsrib dibahagiakan oleh kedatangan Rasulullah dan sahabatnya As Siddiq yang sudah lama di damba-dambakan. Maka tidak satu pun keluarga dan hati penduduk Madinah yang tidak berbahagia. Saat itu semua pemuda menyebarkan berita setiap pagi bahwa Rasulullah SAW akan tiba di Yatsrib. Anas bin Malik bersama anak-anak yang lain yang berusaha ingin bertemu dengan Rasulullah, namun ketika belum berhasil menemuinya ia sedih.

Pada suatu pagi yang indah yang menyebarkan keharuman, masyarakat berteriak-teriak, bahwa Muhammad dan sahabatnya telah dekat dari kota Madinah, semua orang berusaha menyambut kedatangan Nabi SAW. Begitu juga anak-anak, mereka berlomba-lomba ikut menyambut Rasulullah dengan hati yang diliputi kegembiraan yang meluap-luap dan wajah yang berseri-seri, maka di antara anak-anak itu adalah Anas bin Malik. Sementara para wanita telah berada di atas rumah mereka, menunggu dan berusaha melihat wajah Rasulullah SAW. Hati mereka berkata: “Mana yang orangnya yang disebut Rasul?” Sungguh hari itu adalah hari yang bersejarah. Peristiwa ini terus dikenang oleh Anas sampai usianya hampir seratus tahun.

Belum lama Rasul tinggal di Madinah, datanglah seorang wanita bernama Al Ghumaiso’ binti Milhan menemui Rasulullah SAW bersama putranya Anas bin Malik, ia berkata:

يا رسول الله .. . لم يبق رجُلٌ ولا امرأةٌ من الأنصار إلا وقد أتحفك بتُحفَةٍ ، وإني لا أجدُ ما أُتحِفُكَ به غير ابني هذا . .. فخُذْهُ ، فليخدمك ما شئت . . .

Wahai Rasul, tidak satu pun seorang laki-laki dan perempuan dari Anshar ini, kecuali telah memberi hadiah kepadamu, dan sesungguhnya Aku tidak memiliki apa yang dapat aku berikan kepadamu kecuali anakku ini…. maka ambillah anak ini agar dia dapat membantumu kapan Anda mau.

Tergugahlah Rasul untuk menerimanya, beliau mengusap kepalanya dan menyatukannya dengan keluarganya. Saat itu umur Anas sepuluh tahun, saat kebahagiaannya dapat menjadi pembantu Rasul, dan hidup terus bersama Rasulullah sampai Rasul kembali kepada Allah. Adalah masa hidupnya menjadi pembantu Rasul selama sepuluh tahun. Kondisi ini sangat dimanfaatkan oleh Anas untuk menimba langsung hidayah dari Rasul, memahami semua sabdanya, mengetahui sifat-sifatnya dan keutamaannya yang tidak dapat diketahui oleh selainnya.

Anas berkata: “Adalah Rasulullah SAW orang yang paling baik akhlaqnya, lapang dadanya, dan banyak kasih sayangnya. Suatu saat beliau menyuruhku untuk suatu keperluan, ketika aku berangkat aku tidak menuju ke tempat yang Rasul inginkan, namun aku pergi ke tempat anak-anak-anak yang sedang bermain di pasar ikut bermain bersama mereka. Ketika aku telah bersama mereka aku merasa ada seseorang berdiri di belakangku dan menari bajuku, maka aku menoleh, ternyata dia adalah Rasulullah dengan senyum beliau menegurku: “Ya Unais (panggilan kesayangan) apakah kamu sudah pergi ke tempat yang aku perintahkan?” Aku gugup menjawabnya: Ya, ya Rasul, sekarang aku akan berangkat. Demi Allah aku telah menjadi pembantunya sepuluh tahun, tidak pernah aku mendengar ia menegurku: “Mengapa kamu lakukan ini dan itu, atau mengapa kamu tidak melakukan ini atau itu?””

Dan adalah Rasulullah SAW jika memanggilnya selalu memanggilnya dengan panggilan rasa sayang dan memanjakan yaitu dengan memanggilnya dengan kata Unais atau ya bunayya. Begitu juga Rasulullah banyak menasihatinya sampai memenuhi hati dan otaknya. Di antara nasihat-nasihatnya adalah:

( يا بُنيَّ إن قدرت أن تُصبح وتُمسي وليس في قلبك غش لأحد فافعل . . .

Ya bunayya jika engkau mampu setiap pagi dan sore hatimu bersih dari perasaan dengki kepada orang lain maka lakukanlah.

يا بُنيَّ إنَّ ذلك من سُنتي ، ومن أحيا سُنتي فقد أحَبَّني .

ومن أحَبَّني كان معي في الجنة .

Ya bunayya sesungguhnya hal itu adalah sunnahku, barang siapa menghidupkan sunnahku maka mencintaiku, barangsiapa mencintaiku akan bersamaku di surga.

يا بُني إذا دخلت على أهلك فسلم يكن بركَةً عليك وعلى أهل بيتك )

Ya bunayya jika engkau menemui keluargamu maka berilah salam niscaya akan menjadi keberkahan bagimu dan bagi keluargamu.

Anas bin Malik hidup setelah wafatnya Rasulullah SAW sekitar delapan puluh tahun lebih. Dadanya dipenuhi ilmu yang langsung diambil dari Rasulullah. Otaknya tumbuh dengan pemahaman kenabian. Oleh karena itu sepanjang umurnya menjadi rujukan umat Islam, tempat umat bertanya, setiap menghadapi permasalahan sulit dan tidak diketahui hukumnya. Suatu saat terjadi perdebatan tentang keberadaan telaga Nabi nanti di hari kiamat. Maka mereka bertanya kepada Anas tentang masalah ini. Beliau menjawab: “Aku tidak mengira hidup dalam kondisi mendapatkan kalian mendiskusikan tentang telaga. Sungguh aku telah meninggalkan para wanita tua di belakangku, tidaklah di antara mereka shalat kecuali mereka berdoa agar dapat minum dari telaga nabi tersebut.”

Dan seterusnya Anas sepanjang hidupnya selalu mengenang kehidupan Rasulullah. Adalah Anas selalu riang setiap kali bertemu dengan Rasulullah, sangat sedih di saat perpisahan, banyak mengulang-ulang sabdanya, sangat perhatian mengikuti perkataan-perkataannya dan perbuatan-perbuatannya, menyenangi apa yang disenangi dan membenci apa yang dibenci, dan hari yang paling berkesan baginya karena dua peristiwa: Hari yang pertama ia bertemu dengan Rasulullah dan hari saat berpisah dengan Beliau. Apabila terkenang hari yang pertama beliau berbahagia, dan apabila terkenang hari yang kedua terharu yang membuat orang-orang di sekelilingnya ikut menangis. Beliau sering berkata: “Sungguh saya melihat Nabi SAW pada hari pertama bersama kita, dan hari pada saat wafatnya, maka tidaklah aku melihat dua hari itu ada kemiripan. Maka pada hari saat masuk ke Madinah menyinari segala sesuatu. Dan pada hari hampir wafatnya, jadilah Madinah kota yang gelap. Terakhir aku melihat Rasulullah SAW pada hari senin ketika tabir di kamarnya di buka, maka aku melihat wajahnya seperti kertas mushaf, para sahabat saat itu berdiri di belakang Abu Bakar melihatnya, hampir-hampir mereka bergejolak kalau saja Abu Bakar tidak menenangkan mereka. Pada hari itulah Rasulullah SAW wafat, maka tidaklah kami melihat pemandangan yang sangat mengherankan dari pada melihat wajah Rasulullah SAW harus diuruk dengan tanah.”

Adalah Rasulullah SAW sering mendoakan Anas bin Malik. Di antara doanya: ( اللهم ارزقه مالاً وولداً ، وبارك له ) Ya Allah berilah rezki kepadanya harta dan anak, dan berkahilah. Dan sungguh Allah telah mengabulkan doanya, jadilah Anas orang yang kaya di kalangan Anshar, dan paling banyak keturunannya, sampai-sampai dia panjang umur dan hidup bersama cucu-cucunya lebih dari seratus orang. Dan umurnya mencapai seratus tahun lebih. Dan adalah Anas, sahabat yang sangat mengharapkan syafaat Rasulullah SAW pada hari kiamat, sering sekali ia mengatakan: Aku berharap dapat bertemu Rasulullah pada hari kiamat dan mengatakan kepada Rasulullah SAW, ya Rasul inilah saya yang dulu menjadi pembantumu.

Ketika Anas sakit menjelang kematiannya, dia berkata kepada keluarganya: “Tuntunlah aku untuk membaca laailaaha Illallah.” Begitulah ia mengulang-ulangnya sampai datang ajalnya. Beliau pernah berwasiat agar tongkat kecil milik Rasul dikuburkan bersamanya, maka diletakkanlah di antara lambungnya. Selamat bagi Anas, yang telah dikaruniai oleh Allah dengan berbagai macam kebaikan. Total masa hidup Anas bersama Rasulullah SAW selama sepuluh tahun. Beliau berada di ranking ketiga di dalam meriwayatkan hadits, setelah Abu Hurairah dan Abdullah bin Umar. Semoga Allah membalasnya dan ibunya atas jasanya terhadap Islam dan kaum muslimin dengan sebaik-baik balasan


Sumber:- Dakwatuna.com

Monday, June 28, 2010

Atas NAma CinTA

assalamualaikum w.b.t...

kalau kita menyingkap balik sejarah kita, sejak kita lahir hinggalah sekarang nih, kita dah pown dengn pelbagai jenis manusia dan ada di antaranya yang menjadi sahabat kita.

ada yang bersahabat sehingga ke akhir hayat dan ada yang bersahabat atas dasar kepentingan diri sendiri....

kadang2 ada yang boleh membuat sahabat ketika sedang bermain DOTA..
saling tolong-menolong dalam membunuh hero-hero dalam DOTA... dan dari situ r wujudnya persahabatan atas dasar 'bermain DOTA'... klu salah seorang memang lemah dalam bermain DOTA, adakah mereka akan terus memberi kepercayaan kepada yang si lemah tadi untuk dalam menjayakan misi yang sia2 ketika bermain DOTA...???

ada yang bersahabat atas dasar perniagaan, maka itulah yang mengeratkan mereka berdua... namun, ukkhuwah mereka akan putus sekiranya mereka menipu antara satu sama lain dalam perniagaan tersebut....

namun,
disebabkan atas dasar kita sebagai muslim,
kita seharusnya bersahabat kerana Allah kerana atas dasar inilah kita akan bersahabat dengan semua orang tanpa melihat kelemahan yang ada pada diri mereka...

so atas dasar ape yk kita bersahabat??? jom fikirkan bersama....

Thursday, June 24, 2010

Apabila berTukar Wajah

Assalamualaikum...

alhamdullilah. blog ansara nih dah bertukar wajah coz layout yng lame ada problem ckt. Harapnya korang suke ngan layout yang terbaru nih. btw, diharapnya kita dapat menyumbang dengan semangat yang baru bile dah ada layout yang baru nih. mungkin kita boleh amik mana2 rujukan. JUst copy paste and sertakan sumber mana yang korang dapat supaya leh buat rujukan. Senangkan. lastly, selamat menempuh semester yang baru. mana yang berjaya pada sem lepas diucapkan tahniah, while yang kurang cikit tuh harapnya leh mencuba ag tuk sem nih. all dabest. :)

Tuesday, May 4, 2010

Hanya Kerana 5 Minit

Kuringgu… kuringgu …. kuringgu!!! (kring …kring …kring..). Suara telepon rumah Muhammad berbunyi nyaring.

Muhammad: Mosi mosi? (Hallo?)

Takahashi: Mosi mosi, Muhammad san imasuka ? (Apakah ada Muhammad?)

Muhammad: Haik, watashi ha Muhammad des. (Iya saya).

Takahashi: Watashi ha isuramu kyo wo benkyou sitai desuga, osiete moraemasenka? (Saya ingin belajar agama Islam, dapatkah Anda mengajarkan kepada saya?)

Muhammad: Hai, mochiron. (ya, sudah tentu.)

Percakapan pendek ini kemudian berlanjut menjadi pertemuan rutin yang dijadwalkan oleh dua manusia ini untuk belajar dan mengajar agama Islam.

Setelah beberapa bulan bersyahadat, Takahashi kian akrab dengan keluarga Muhammad. Dia mulai menghindari makanan haram menurut hukum Islam.

Memilih dengan hati-hati dan baik, mana yang boleh di makan dan mana yang tidak boleh dimakan merupakan kelebihannya. Terkadang tidak sedikit, keluarga Muhammad pun mendapatkan informasi makanan-makanan yang halal dan haram dari Takahashi.

“Pizza wo tabenaide kudasai. cheese ni ra-do wo mazeterukara.. (Jangan makan pizza walau pun itu adalah cheese, karena di dalamnya ada lard, lemak babi)”, nasihatnya di suatu hari. Takahashi mengetahui informasi semacam ini karena memang kebiasaan tidak membeli pizza, atau makanan produk warung di Jepang memang sudah terpelihara sebelumnya di keluarga Muhammad.

Toko kecil makanan halal milik keluarga Muhammad, menjadi tumpuan Takahashi dalam mendapatkan daging halal. Suatu ketika Takahashi ingin makan daging ayam kesukaannya, tapi dia ngeri kalau melihat daging ayam bulat (whole) mentah yang ada di plastik, dan tidak berani untuk memotongnya. Dengan senang hati, Muhammad memotong ayam itu untuk Takahashi. Dia potong bagian pahanya, sayapnya, dan badannya menjadi beberapa bagian.

Setiap pekan, Takahashi terkadang memesan sosis halal untuk lauk, bekal makan siang di kantor. Setiap pagi ibunya selalu menyediakan menu khusus (baca: halal) untuk pergi ke kantor tempat dia bekerja. Sebagai ukuran muallaf Jepang yang dibesarkan di negeri Sakura, luar biasa kehati-hatian Takahashi dalam memilih makanan yang halal dan baik. Terkadang Muhammad harus belajar dari Takahashi tentang keimanan yang dia terapkan dalam kehidupan sehari-harinya.

Pernah dalam suatu percakapan tentang suasana kerja, Takahashi menggambarkan bagaimana terkadang sulitnya menjauhi budaya minuman sake di lingkungan tempat kerjanya. Di Jepang, suasana keakraban hubungan antara atasan dan bawahan atau teman bekerja memang ditunjukkan dengan saling memberikan minuman sake ke gelas masing-masing.

Dalam kondisi hidup ber-Islam yang sulit, Takahashi ternyata terus melakukan dakwah kepada ibunya. Beberapa bulan kemudian akhirnya ibunya pun menjadi muallaf dengan nama Qonita, nama pilihan Takahashi sendiri buat ibu yang dia cintainya. Sampai saat ini, bagaimana dia mendapatkan nama itu, tidak ada seorang pun yang tahu, kecuali Takahashi.

Beberapa bulan berlalu, pertemuan kecil-kecilan berlangsung …terlontar dari mulutnya suatu kalimat.

“Watashi ha kekkon simasu (Saya mau menikah)….”, ujarnya.

Dengan proses yang panjang, akhirnya dia mendapatkan jodohnya, wanita Jepang yang cantik, yang dia Islamkan sebelumnya. Setahun kemudian, suatu hari Takahashi datang ke rumah Muhammad dengan istrinya yang berkerudung, ikut serta juga buah hati mereka yang telah hadir di dunia ini.

Pada suatu hari, iseng-iseng Muhammad bertanya kepada Takahashi, “Apa yang menyebabkan Takahashi lebih tertarik dengan Islam?”

“Sebenarnya saya belajar juga Kristen, Budha dan Todoku (Agama moral) selain Islam,” Takahashi menjelaskan.

“Masih ingat dengan telepon kita dulu? Waktu pertama kali aku telepon ke Muhammad beberapa bulan dulu”, sambungnya.

“Iya ingat sekali”, jawab Muhammad.

“Kita waktu itu membuat perjanjian untuk bertemu di suatu tempat bukan?”, tanya Takahashi.

“Iya benar sekali”, sambung Muhammad lagi sambil mengingat-ingat kejadian saat itu.

“Saya sungguh ingin mantap dengan Islam, karena Muhammad datang 5 menit lebih dulu dari pada waktu yang kita janjikan, dan Muhammad datang terlebih dahulu dari pada aku. Muhammad pun menungguku waktu itu”, jawab Takahashi beruntun.

“Karena itu aku yakin, aku akan bersama dengan orang-orang yang akan memberikan kebaikan”, sambungnya lagi.

Jawaban Takahashi membuat Muhammad tertegun, Astaghfirullah sudah berapa kali menit-menitku terbuang percuma, gumam Muhammad.

Begitu besar makna waktu 5 menit saat itu untuk sebuah hidayah dari Allah SWT. Subhanallah, 5 menit selalu kita lalui dengan hal yang sama, akan tetapi 5 menit waktu itu sungguh sangat berharga sekali bagi Takahashi.

Bagaimana dengan 5 menit yang terlewat barusan, milik Anda?

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2010/takahashi-5-menit-menuju-ke-surga/

Friday, April 30, 2010

Hidup Penuh Dugaan

Assalamualaikum w.b.t

alhamdulillah setelah sekian lama tak berhubung, mungkin post kali nih boleh mengembalikan ikatan ukkhuwah sesama kita. alhamdulillah gak coz masih diberi kesempatan untuk menulis blog nih walaupun diri dalam kesbukan untuk menghadapi peperiksaan. apa2 pown ianya bukan penghalang untuk kita terus berkongsi.

btw, terima kasih buat mereka yang membantu dlam memberikan password ngan email blog nih. nasib baek r diorang nih ingt password ngan email blog nih, klu tak blog nie akan terus bersawang dan terkubur macam tu jer. sekalung penghargaan buat yard, syafiq johari, siti zubaidah ngan diyana yang sudi membantu.. thanx guys. :D

kebelakangan nih, banyak dapat info dari member2 yang mereka2 nih tngh musim exam. macam aku, yard ngan fikri zaini pown akan ada final exam minggu depan. so, buat mereka2 yang sdng exam, gud luck to u all and do all the best.



bile kita bercakap pasal ujian nih, manusia memang tidak akan terlepas dari sebarang ujian. tak kisah r sama ada ujian tu datang dalam bentuk kesenangan mahupun kesusahan. Tapi, kita sebagai hamba Allah perlu sentiasa bergantung harap padanya dalam setiap keadaan tak kira senang atau susah. bukan lah apabila kita ditimpa kesusahan baru lah kita nak kembali pada Allah dan senng2 jer melupkanNya bile kita senang.

Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.(10:12)

dan tanamkanlah dalam fikiran kita yang kita seharusnya sentiasa bergantung harap padaNYa kerana sesungguhnya kita hanya insan yang lemah, kerdil pulak tu. jangan lah kita menyombongkan diri kita kepada Allah dengan mengatakan yang kita mampu menghadapi sebarang ujian tanpa Ihsan daripadaNYa. Hatta nabi Ya'qub pun amat bergantung harap kepada Allah inikan pula kita sebagai manusia biasa yang tidak mempunyai sebarang status nabi mahupun Rasul.

Ya'qub menjawab: "Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya."(12:86)

dalam post nie gak, kite cube renungkan sama2 apa yang terdapat dalam hadith ke-19 Imam Nawawi

" ...apabila kamu meminta, mintalah kepada Allah, dan apabila kamu memohon pertolongan, mohonlah pertolongan dengan Allah.... "(hingga akhir hadith)

ingtlah bahwa Allah sentiasa bersama dengan kita dalam setiap keadaan dan juga Allah telah menyatakan bahawa kita mampu untuk menghadapi setiap ujian yang ditimpakan ke atas kita. to all of u, do your best in the exam and always pray to Allah. (sekadar
renungan ringkas untuk kita semua. mata pun dah ngantuk sebenarnya nih.)

Thursday, October 1, 2009

Kat mane lah korang ek....

Rindunya ak pada saat2 d maktab....
bersama sahabat2 n guru2 yng penyayang walaupun x ditunjuk ;-)
slps 2 tahun berlalu,, merata2 bertebaran bermujahadah mencari ilmu,meneruskan pembelajaran..ad d overseas,,ad d malaysia,,ada kat merata rata lah,huhu...
bila agaknya dapat bertemu kembali dengan doktor2, engineer2, akauntant, cikgu2 n macam2 lagi lah...
AKAN KU NANTIKAN SAAT ITU...

How To Update This Blog

kpd semua sahabat2, sesiapa yang nak update blog ni anda teramat sangat dialu alukan. tapi, untuk update, kena ade id n password kn??
so, blh mntak ngan syafiq joe/zainal/yard/or sape2 saje yang mengetahui.
sekian, terima kasih..