Monday, June 28, 2010

Atas NAma CinTA

assalamualaikum w.b.t...

kalau kita menyingkap balik sejarah kita, sejak kita lahir hinggalah sekarang nih, kita dah pown dengn pelbagai jenis manusia dan ada di antaranya yang menjadi sahabat kita.

ada yang bersahabat sehingga ke akhir hayat dan ada yang bersahabat atas dasar kepentingan diri sendiri....

kadang2 ada yang boleh membuat sahabat ketika sedang bermain DOTA..
saling tolong-menolong dalam membunuh hero-hero dalam DOTA... dan dari situ r wujudnya persahabatan atas dasar 'bermain DOTA'... klu salah seorang memang lemah dalam bermain DOTA, adakah mereka akan terus memberi kepercayaan kepada yang si lemah tadi untuk dalam menjayakan misi yang sia2 ketika bermain DOTA...???

ada yang bersahabat atas dasar perniagaan, maka itulah yang mengeratkan mereka berdua... namun, ukkhuwah mereka akan putus sekiranya mereka menipu antara satu sama lain dalam perniagaan tersebut....

namun,
disebabkan atas dasar kita sebagai muslim,
kita seharusnya bersahabat kerana Allah kerana atas dasar inilah kita akan bersahabat dengan semua orang tanpa melihat kelemahan yang ada pada diri mereka...

so atas dasar ape yk kita bersahabat??? jom fikirkan bersama....

Friday, June 25, 2010

Akhbar ISlami... Jom BACA..

dakwatuna.com – Amman, Sebuah laporan media yang terbit di Yordania mengungkapkan bahwa dinas keamanan Turki berhasil menggagalkan upaya pembunuhan PM Turki Recep Tayyib Erdogan. Benang penyelidikan mengarah pada dinas intelijen luar negeri Zionis sebagai yang berada di belakang rencana pembunuhan ini.

Mingguan al Majd Yordania, edisi terakhir, menukil dari sumber yang disebutnya terpercaya di Ankara, yang mengatakan bahwa dinas keamanan Turki berhasil menggagalkan operasi pembunuhan terhadap Erdogan oleh beberapa sel Turki dan Kurdi.

Penyelidikan mengisyaratkan adanya benang yang menghubungkan mereka dengan dinas keamanan luar negeri Zionis Israel Mossad. Al Majd menyatakan bahwa pimpinan politik Turki masih merahasian masalah ini untuk sekarang karena pertimbangan-pertimbangan politik dan keamanan.

Terungkapnya informasi ini bersamaan dengan pernyataan di Tel Aviv yang menyebutkan bahwa seorang pejabat tingkat tinggi di pemerintah Zionis, yaitu Wakil PM Ayob Kara (dari Likud) akan berangkat ke Ankara untuk melakukan pertemuan dengan mereka yang beroposisi terhadap Erdogan.

Menurut sumber Turki, penunjukan Hakan Fidan sebagai ketua dinas intelijen nasional Turki (MIT) adalah dalam rangka memperkuat dan rvitalisasi peran dinas ini dalam melindungi keamanan nasional Turki dan melindungi lembaga pemerintah yang membuat keputusan politik di Turki, yang terdiri dari Abdullah Gul (presiden), Erdogan (perdana menteri), dan Ahmad Davud Oglu (menlu), setelah mereka mendapatkan informasi yang menyebutkan bahwa Mossad sedang membahas kemungkinan melakukan operasi pembunuhan melalui Partai Buruh Kurdistan atau melalu sel-sel Turki yang berhubungan dengan partai tersebut. Yang menjadi target adalah tokoh-tokoh Turki untuk menciptakan kekacauan negara dan menekan Erdogan untuk merubah kebijakan politiknya yang semakin dekat ke Arab dan Palestina.

Penunjukan Hakan ini ternyata menyulut kekhawatiran Zionis yang dinyatakan secara terang-terangan. Karena Hakan adalah salah satu penasehat Erdogan sebelum ditunjuk menduduki jabatan sebagai ketua dinas intelijen nasional Turki. Selain dia adalah anggota partai keamanan dan pembangunan Turki yang kini berkuasa. (asw/ip)

Thursday, June 24, 2010

Apabila berTukar Wajah

Assalamualaikum...

alhamdullilah. blog ansara nih dah bertukar wajah coz layout yng lame ada problem ckt. Harapnya korang suke ngan layout yang terbaru nih. btw, diharapnya kita dapat menyumbang dengan semangat yang baru bile dah ada layout yang baru nih. mungkin kita boleh amik mana2 rujukan. JUst copy paste and sertakan sumber mana yang korang dapat supaya leh buat rujukan. Senangkan. lastly, selamat menempuh semester yang baru. mana yang berjaya pada sem lepas diucapkan tahniah, while yang kurang cikit tuh harapnya leh mencuba ag tuk sem nih. all dabest. :)

Saturday, June 19, 2010

Shafiyah binti Huyay

Shafiyah binti Huyay

dakwatuna.com – Nama lengkapnya Shafiyah binti Huyay bin Akhthab. la adalah putri pemimpin Yahudi Bani Quraizhah, Huyai bin Akhthab. Ayah Shafiyah adalah pemimpin terbesar kaum Yahudi.

la termasuk salah satu di antara tawanan perang Khaibar dan menjadi bagian Dihyah Al-Kalbi. Rasulullah memberikan kepada Dihyah tawanan lain sebagai gantinya. Kemudian Beliau memberikan tawaran kepada Shofiyah antara memilih masuk Islam dan dinikahi oleh Beliau atau tetap beragama Yahudi dan dibebaskan. Shafiyah memilih masuk Islam dan dinikahi oleh Rasulullah. Rasulullah menikahi Shafiyah ketika pulang dari Khaibar menuju Madinah.

Shafiyah berusaha untuk mengejar ketertinggalannya dalam berislam selama ini. Sehingga setiap waktu ia selalu gunakan untuk beribadah kepada Allah. Ia adalah orang yang sangat jujur, berkata apa adanya dan bukan basa basi, hatinya bersih dan keterbukaannya tulus.

la merawikan 10 hadits dari Nabi. Di antaranya, ia berkata, “Suatu malam, Nabi beri’tikaf di masjid, lalu aku datang mengunjungi Beliau. Setelah selesai mengobrol, aku berdiri dan hendak pulang. Beliau pun berdiri untuk mengantarku. Tiba-tiba dua laki-laki Anshar lewat. Tatkala mereka melihat Nabi, mereka mempercepat langkah mereka. “Perlahankanlah langkah kalian! Sesungguhnya ini adalah Shafiyah binti Huyai!” kata Nabi. “Maha suci Allah, wahai Rasulullah”, kata mereka. Beliau mengatakan, “Sesungguhnya setan itu berjalan pada aliran darah manusia. Sebenarnya aku khawatir, kalau-kalau setan membisikkan tuduhan dusta atau hal yang tidak baik dalam hati kalian.” (HR. Al-Bukhari).

Di hari-hari terakhir kehidupan Utsman bin Affan RA, Shafiyyah RA menorehkan sikap mulia yang menunjukkan keutamaan dan pengakuannya terhadap kedudukan Utsman bin ‘Affan RA. Kinanah berkata, “Aku menuntun kendaraan Shafiyyah ketika hendak membela Utsman. Kami dihadang oleh Al-Asytar, lalu ia memukul wajah keledainya hingga miring. Melihat hal itu, Shafiyyah berkata, ‘Biarkan aku kembali, jangan sampai orang ini mempermalukanku.’ Kemudian, Shafiyyah membentangkan kayu antara rumahnya dengan rumah Utsman guna menyalurkan makanan dan air minum.”

Sikap mulia ini menunjukkan ketidaksukaan Ummul Mukminin Shafiyyah RA terhadap orang-orang yang menzhalimi dan menekan Utsman, bahkan membiarkannya kelaparan dan kehausan.

Ibnu Al-Atsir dan An-Nawawi rakimahumallah, memujinya seperti berikut, “Shafiyyah adalah seorang wanita yang sangat cerdas.” Sedangkan Ibnu Katsir rahimahullah, berkata, “Shafiyyah adalah seorang wanita yang sangat menonjol dalam ibadah, kewara’an, kezuhudan, kebaikan, dan shadaqah.

Sumber:-

http://www.dakwatuna.com/2010/wanita-wanita-pengukir-sejarah-bagian-ke-9-shafiyah-binti-huyay/?utm_source=feedburner&utm_medium=email&utm_campaign=Feed%3A+dakwatunacom+%28dakwatuna.com%29&utm_content=Yahoo!+Mail

Tuesday, May 4, 2010

Kenangan Tika Itu...



Assalamualaikum, pembuka bicara.. Selawat dan Salam ke atas junjungan Nabi Muhammad SAW serta ahli keluarga Baginda, sekalian sahabat, para tabi’ tabi’in serta sekalian kaum muslimin dan muslimat sekalian, Dan Salam Sejahtera..

Izinku mulakan lentera bicara ini dengan sepotong hadis Rasullullah SAW yang dirakamkan oleh Imam al-Ghazali dalam kitab terulungnya, Ihya Ulumiddin yang bermaksud,

“Manusia paling dekat ke darjat kenabian iaitu ahli ilmu dan ahli jihad. Adapun ahli ilmu maka kerana sesungguhnya mereka sungguh menunjukkan manusia kepada apa yang dibawa para Rasul. Adapun ahli jihad, maka mereka berperang dengan mereka atas apa yang dibawa para rasul.”

Suka untuk penulis memulakan dengan hadis ini kerana hadis ini memberikan suatu motivasi kepada kita selaku penuntut ilmu yang mana sekalian sahabat bertebaran di bumi Allah ini, di dalam mahupun luar negara, di timur mahupun di barat, di IPTA mahupun IPTS dan segenap seantero pelusuk dunia agar kita terus memacu ke jalan perjuangan yang suci ini hanya mengharapkan keredhoan daripada Allah Taala.

Tersenyum penulis melayari laman ini, melihatkan jalinan ukhwah yang terjalin sejak tahun 2006 dapat dirapatkan lagi melalui medium seperti blog dan facebook. Pendekatan ini sememang terbaik dalam kita merapatkan kembali hubungan yang telah lama terpisah. Apa khabar ,sahabat sekalian? Moga selamat di dalam lindungan dan kerahmatan Allah SWT.

Sahabat Muadzam Shah sekalian,

Alhamdulillah, di saat ini, semuanya telah pun begelar mahasiswa. Tidak kira mahasiswa universiti tempatan mahupun universiti antarabangsa, semuanya selamat sampai ke destinasi ini hendaknya. Teringat sewaktu di Muadzam dahulu, semua memasang impian yang menggunung untuk melangkah ke menara gading. Usaha yang tidak kenal perit derita, keazaman yang membara, tawakkal sekhusyuknya, motivasi dari guru sentiasa, semata-mata untuk membawa kita dari demensi kanak-kanak sekolah menengah atas ke alam remaja mahasiswa yang semakin hebat pancarobanya. Alhamdulillah, syukur.. kita telah sampai di sini, walaupun transit yang berbeza.. ada yang berlari di trek pantas, ada yang terbang di serata dunia, ada yang berjalan di matrix, ada yang bermula dengan diploma, dan ada yang kembali ke sekolah untuk stpm. Hakikatnya, semua telah sampai di stesen ini.

Melayari satu laman ke satu laman yang lain, di blog-blog, facebook, myspace, friendster dan sebagainya, rata-rata sahabat sekalian semakin hebat dan matang dalam perjuangan ini. Ramai semakin hebat dan rancak dengan arena pentarbiyyahan di blog-blog dan laman-laman sosial yang lain. Dengan nasihat dan pesanan yang berguna serta info-info dan tips-tips yang berguna dan bermanfaat kepada diri ini akan kehebatan dan kekuasan Yang Maha Esa. Rata-rata boleh penulis mengklasifikasikan sebagai jundi-jundi pembawa syiar Islam. Penulis amat mengagumi sahabat sekalian. Ini membuktikan bahawa acuan yang dibentuk sewaktu di MRSM dahulu, membentuk sahsiah dan peribadi sahabat sekalian dengan acuan Islam yang sebenarnya. Ditambah pula dengan biah Islam yang disemaikan oleh sekalian Ibu Ayah Warden kita yang senantiasa menjaga dan mewaspada setiap pergerakan dan perlakuan anak-anaknya. Nasihat dan teguran jadi pakaian, sebat dan denda sebagai solekan. Solat berjamaah jadi kemestiaan, Al-Quran dan Al-Mathurat rutin harian, Ceramah-ceramah agama tambah keilmuan, kelas al-Quran, tahfiz dan tarannum penguji bacaan, solat hajat dan qiamullail ibadah tambahan, tazkirah dan bayan cipta kepimpinan. Keimanan dan Ketaqwaan sama ditingkatkan. Menjadi bukti dan saksi kuatan kita sehingga hari ini..

Jundi-jundi Islam sekalian,

Penulis amat terhutang budi kepada sekalian tenaga pengajar di MZMS kerana telah mendidik kami sehingga berada di saat ini. Usaha yang tidak kenal letih mengajar dan mendidik kami, merotan dan mendenda kami merupakan asset bernilai yang tidak dapat dilupakan dalam pembentukkan sahsiah insaniah dan rohaniah. Pengorbanan masa bersama keluarga tercinta danpengorbanan wang ringgit untuk nafkah keluarga, namun, segala-galanya, kau kongsikan bersama kami. Walaupun tubuh tuamu disekuat mana, penglihatanmu semakin malap tanpa kaca mata, kesihatan terganggu sekali-sekala, namun kau gagahkan jua mengajar kami semua. Tak terbalas jasamu walaupun tujuh tempayan hati nyamuk, tujuh tempayan air mata gadis sunti dan jambatan emas dan perak dari Muadzam Shah hingga Kuantan kami persembahkan.

Namun seinfiniti kemaafan kerana target GPS bawah 2.0 tidak dapat kami realisasikan. Walaupun hanya itulah ratip kami, setiap pagi sebelum sesi akademik bermula, pembakar semangat itu kami sia-siakan tanpa meyemarakan apinya. Kami tetap leka dengan permainan cinta, kenakalan ‘fly’nya, keseronokan ponteng prepnya, kemeriahan bertumbuknya, kelewatan solat subuhnya, ponteng roll call dan morning callnya, kelaghaan zaman pokemonnya dan bermacam karenah lagi membelunggu fikiran kami. Sebat setiap subuh menjadi ubat, Lari keliling MRSM tanpa baju menjadi hakikat, mengutip semalu di terik matahari menjadi semangat, Jalan itik menjadi tabiat, lompat bintang menjadi penguat, JDM menjadi hangat, JDRM menjadi semakin hebat.. itu semua kita yang buat..

Ikhwan dan Akhowat dikasihi sekalian,


Misi dan agenda kita sangat besar. Kita adalah golongan ilmuwan yang bakal menerajui kepempinan masa hadapan. Kita merupakan asset utama dalam kemajuan sesebuah negara. Sedarsawarsa ini, dunia kita semakin rakus dengan gejala-gejala sosial yang kritikal, seperti buang bayi, penzinaan, ragut, bunuh, rompak, dan sebagainya, membelunggu masyarakat kita hari ini. Menyedari hakikat itu, kita selaku umat yang terpilih ini dengan kekuatan ilmu yang ada dan menjadi inspirasi sekalian masyarakat, menjalankan usaha-usaha melakukan kebaikan dan mencegah kemungkaran yang berlaku dewasa ini. Menjadi tanggungjawab kita menjalankan usaha-usaha dakwah agar agenda tarbiyyah dapat dilakukan. Pelaksanaan usrah-usrah kelompok, kem motivasi, seminar atau ceramah adalah sebahagian contoh usaha-usaha yang boleh kita lakukan. Firman Allah Taala dalam Surah Ali Imran ayat 104,

Kamu adalah sebahagian umat terbaik daripada sebilangan manusia untuk menyuruh yang makruf(kebaikan), mencegah yang mungkar(kemungkaran) dan beriman kepada Allah.”

Kita mempunyai potensi besar yang tidak boleh dipersiakan. Jangan kita menodai kebolehan dan ilmu yang kita ada. Semuanya bakal menjadi golongan professional suatu masa kelak. Doktor, Jurutera, Akauntan, Sainstis, Geologist, Warga Pendidik, Pakar Ekonomi, Arkitek, Ahli Politik, Pengurus Syarikat, CEO, dan lain-lain pekerjaan, merupakan cita-cita dan impian kita. Namun, golongan professional sebenarnya memainkan peranan yang penting dalam menggerakkan jentera dakwah bagi membantu golongan ulama dalam perjuangan dakwah ini. Justeru, sedarlah kita bahawa hidup kita ini, kita sentiasa berhutang dengan Allah SWT. Setiap nafas yang kita sedut, Setiap makanan yang kita makan, Setiap kepandaian yang diberikan, Setiap kekuatan yang dipinjamkan, Setiap nikmat pancaindera dan segala-galanya, kita berhutang dengan Allah Taala. Gunakanlah dengan sebaiknya. Dan sentiasa mensyukurinya.. Wallahualam..

Kalam bicara buat sahabat-sahabat MRSM Muadzam Shah….

*penulis merupakan mahasiswa UM, berakidah Ahlus Sunnah Waljamaah Al-Assyaari wal Maturidiyyah.. Penyokong Chelsea dan Barcelona.. maen Facebook tu dah jadi hobi(cam ne lah bleh jadi hobi??)

Hanya Kerana 5 Minit

Kuringgu… kuringgu …. kuringgu!!! (kring …kring …kring..). Suara telepon rumah Muhammad berbunyi nyaring.

Muhammad: Mosi mosi? (Hallo?)

Takahashi: Mosi mosi, Muhammad san imasuka ? (Apakah ada Muhammad?)

Muhammad: Haik, watashi ha Muhammad des. (Iya saya).

Takahashi: Watashi ha isuramu kyo wo benkyou sitai desuga, osiete moraemasenka? (Saya ingin belajar agama Islam, dapatkah Anda mengajarkan kepada saya?)

Muhammad: Hai, mochiron. (ya, sudah tentu.)

Percakapan pendek ini kemudian berlanjut menjadi pertemuan rutin yang dijadwalkan oleh dua manusia ini untuk belajar dan mengajar agama Islam.

Setelah beberapa bulan bersyahadat, Takahashi kian akrab dengan keluarga Muhammad. Dia mulai menghindari makanan haram menurut hukum Islam.

Memilih dengan hati-hati dan baik, mana yang boleh di makan dan mana yang tidak boleh dimakan merupakan kelebihannya. Terkadang tidak sedikit, keluarga Muhammad pun mendapatkan informasi makanan-makanan yang halal dan haram dari Takahashi.

“Pizza wo tabenaide kudasai. cheese ni ra-do wo mazeterukara.. (Jangan makan pizza walau pun itu adalah cheese, karena di dalamnya ada lard, lemak babi)”, nasihatnya di suatu hari. Takahashi mengetahui informasi semacam ini karena memang kebiasaan tidak membeli pizza, atau makanan produk warung di Jepang memang sudah terpelihara sebelumnya di keluarga Muhammad.

Toko kecil makanan halal milik keluarga Muhammad, menjadi tumpuan Takahashi dalam mendapatkan daging halal. Suatu ketika Takahashi ingin makan daging ayam kesukaannya, tapi dia ngeri kalau melihat daging ayam bulat (whole) mentah yang ada di plastik, dan tidak berani untuk memotongnya. Dengan senang hati, Muhammad memotong ayam itu untuk Takahashi. Dia potong bagian pahanya, sayapnya, dan badannya menjadi beberapa bagian.

Setiap pekan, Takahashi terkadang memesan sosis halal untuk lauk, bekal makan siang di kantor. Setiap pagi ibunya selalu menyediakan menu khusus (baca: halal) untuk pergi ke kantor tempat dia bekerja. Sebagai ukuran muallaf Jepang yang dibesarkan di negeri Sakura, luar biasa kehati-hatian Takahashi dalam memilih makanan yang halal dan baik. Terkadang Muhammad harus belajar dari Takahashi tentang keimanan yang dia terapkan dalam kehidupan sehari-harinya.

Pernah dalam suatu percakapan tentang suasana kerja, Takahashi menggambarkan bagaimana terkadang sulitnya menjauhi budaya minuman sake di lingkungan tempat kerjanya. Di Jepang, suasana keakraban hubungan antara atasan dan bawahan atau teman bekerja memang ditunjukkan dengan saling memberikan minuman sake ke gelas masing-masing.

Dalam kondisi hidup ber-Islam yang sulit, Takahashi ternyata terus melakukan dakwah kepada ibunya. Beberapa bulan kemudian akhirnya ibunya pun menjadi muallaf dengan nama Qonita, nama pilihan Takahashi sendiri buat ibu yang dia cintainya. Sampai saat ini, bagaimana dia mendapatkan nama itu, tidak ada seorang pun yang tahu, kecuali Takahashi.

Beberapa bulan berlalu, pertemuan kecil-kecilan berlangsung …terlontar dari mulutnya suatu kalimat.

“Watashi ha kekkon simasu (Saya mau menikah)….”, ujarnya.

Dengan proses yang panjang, akhirnya dia mendapatkan jodohnya, wanita Jepang yang cantik, yang dia Islamkan sebelumnya. Setahun kemudian, suatu hari Takahashi datang ke rumah Muhammad dengan istrinya yang berkerudung, ikut serta juga buah hati mereka yang telah hadir di dunia ini.

Pada suatu hari, iseng-iseng Muhammad bertanya kepada Takahashi, “Apa yang menyebabkan Takahashi lebih tertarik dengan Islam?”

“Sebenarnya saya belajar juga Kristen, Budha dan Todoku (Agama moral) selain Islam,” Takahashi menjelaskan.

“Masih ingat dengan telepon kita dulu? Waktu pertama kali aku telepon ke Muhammad beberapa bulan dulu”, sambungnya.

“Iya ingat sekali”, jawab Muhammad.

“Kita waktu itu membuat perjanjian untuk bertemu di suatu tempat bukan?”, tanya Takahashi.

“Iya benar sekali”, sambung Muhammad lagi sambil mengingat-ingat kejadian saat itu.

“Saya sungguh ingin mantap dengan Islam, karena Muhammad datang 5 menit lebih dulu dari pada waktu yang kita janjikan, dan Muhammad datang terlebih dahulu dari pada aku. Muhammad pun menungguku waktu itu”, jawab Takahashi beruntun.

“Karena itu aku yakin, aku akan bersama dengan orang-orang yang akan memberikan kebaikan”, sambungnya lagi.

Jawaban Takahashi membuat Muhammad tertegun, Astaghfirullah sudah berapa kali menit-menitku terbuang percuma, gumam Muhammad.

Begitu besar makna waktu 5 menit saat itu untuk sebuah hidayah dari Allah SWT. Subhanallah, 5 menit selalu kita lalui dengan hal yang sama, akan tetapi 5 menit waktu itu sungguh sangat berharga sekali bagi Takahashi.

Bagaimana dengan 5 menit yang terlewat barusan, milik Anda?

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2010/takahashi-5-menit-menuju-ke-surga/

Saturday, May 1, 2010

Bercouple Bukan Budaya Umat Islam




Bercouple Bukan Budaya Umat Islam

BERCOUPLE, setiap kali kita mendengarnya akan terlintas di benak kita sepasang insan yang sedang mabuk cinta dan dilanda asmara Salingmengungkapkan rasa sayang serta rindu, yang kemudiannya memasuki sebuah biduk pernikahan. Lalu kenapa harus dipermasalahkan? Bukankah cinta itu fitrah setiap anak adam? Bukankah setiap orang memerlukan masa penyesuaian sebelum pernikahan? CINTA, Fitrah Setiap Manusia, MANUSIA diciptakan oleh ALLAH SWT dengan membawa fitrah (instinct) untuk mencintai lawan jenisnya. Sebagaimana firman-NYA;

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, iaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah lading. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi ALLAH lah tempat kembali yang baik (Syurga). (Ali Imran: 14).

Berkata Imam Qurthubi: ALLAH SWT memulai dengan wanita kerana kebanyakan manusia menginginkannya, juga kerana mereka merupakan jerat-jerat syaitan yang menjadi fitnah bagi kaum lelaki, sebagaimana sabda Rasulullah SAW;

Tiadalah aku tinggalkan setelahku selain fitnah yang lebih berbahaya bagi lelaki daripada wanita. (Hadis Riwayat Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Ibnu Majah)

Oleh kerana cinta merupakan fitrah manusia, maka ALLAH SWT menjadikan wanita sebagai perhiasan dunia dan nikmat yang dijanjikan bagi orang-orang beriman di syurga dengan bidadarinya.

Dari Abdullah bin Amr bin Ash r.a. berkata; Rasulullah SAW bersabda; Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita yang solehah. (Hadis Riwayat Muslim, NasaI, Ibnu Majah, Ahmad, Baihaqi)

ALLAH berfirman;

Di dalam syurga-syurga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik. (ar-Rahman: 70)

Namun, Islam tidak membiarkan fitnah itu mengembara tanpa batasannya. Islam telah mengatur dengan tegas bagaimana menyalurkan cinta, juga bagaimana batasan pergaulan antara dua insan berlawanan jenis sebelum nikah, agar semuanya tetap berada pada landasan etika dan norma yang sesuai dengan syariat.

ETIKA PERGAULAN DAN BATAS PERGAULAN DI ANTARA LELAKI DAN WANITA MENURUT ISLAM.

1.Menundukkan pandangan: ALLAH memerintahkan kaum lelaki untuk menundukkan pandangannya, sebagaimana firman- NYA;
Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. (an- Nuur: 30)

Sebagaimana hal ini juga diperintahkan kepada kaum wanita beriman, ALLAH berfirman;
Dan katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. (an- Nuur: 31)

2.Menutup Aurat; ALLAH berfirman;
dan jangan lah mereka mennampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka melabuhkan kain tudung ke dadanya. (an-Nuur: 31)

Juga Firman-NYA; Hai nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri- isteri orang mukmin: Hendaklah mereka melabuhkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenali, kerana itu mereka tidak diganggu. Dan ALLAH adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (an-Nuur: 59).

Perintah menutup aurat juga berlaku bagi semua jenis. Dari Abu Daud Said al-Khudri r.a. berkata: Rasulullah SAW bersabda: Janganlah seseorang lelaki memandang aurat lelaki, begitu juga dengan wanita jangan melihat aurat wanita.

3.Adanya pembatas antara lelaki dengan wanita; Kalau ada sebuah keperluan terhadap kaum yang berbeza jenis, harus disampaikan dari balik tabir pembatas. Sebagaimana firman-NYA;
Dan apabila kalian meminta sesuatu kepada mereka (para wanita) maka mintalah dari balik hijab. (al-Ahzaab: 53)

4.Tidak berdua-duaan Di Antara Lelaki Dan Perempuan; Dari Ibnu Abbas r.a. berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: Janganlah seorang lelaki berdua-duaan (khalwat) dengan wanita kecuali bersama mahramnya. (Hadis Riwayat Bukhari & Muslim) Dari Jabir bin Samurah berkata; Rasulullah SAW bersabda: Janganlah salah seorang dari kalian berdua-duan dengan seorang wanita, kerana syaitan akan menjadi ketiganya. (Hadis Riwayat Ahmad & Tirmidzi dengan sanad yang sahih)

5.Tidak Melunakkan Ucapan (Percakapan): Seorang wanita dilarang melunakkan ucapannya ketika berbicara selain kepada suaminya. Firman ALLAH SWT;
Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara (berkata-kata yang menggoda) sehingga berkeinginan orang yang ada penyakit di dalam hatinya tetapi ucapkanlah perkataan-perkataan yang baik.
(al-Ahzaab: 32)

Berkata Imam Ibnu Kathir; Ini adalah beberapa etika yang diperintahkan oleh ALLAH kepada para isteri Rasulullah SAW serta kepada para wanita mukminah lainnya, iaitu hendaklah dia kalau berbicara dengan orang lain tanpa suara merdu, dalam pengertian janganlah seorang wanita berbicara dengan orang lain sebagaimana dia berbicara dengan suaminya. (Tafsir Ibnu Kathir 3/350)


6.Tidak Menyentuh Kaum Berlawanan Jenis; Dari Maqil bin Yasar r.a. berkata; Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi itu masih lebih baik daripada menyentuh kaum wanita yang tidak halal baginnya. (Hadis Hasan Riwayat Thabrani dalam Mujam Kabir) Berkata Syaikh al-Abani Rahimahullah; Dalam hadis ini terdapat ancaman keras terhadap orang- orang yang menyentuh wanita yang tidak halal baginya. (Ash-Shohihah 1/448) Rasulullah SAW tidak pernah menyentuh wanita meskipun dalam saat-saat penting seperti membaiat dan lain- lainnya. Dari Aishah berkata; Demi ALLAH, tangan Rasulullah tidak pernah menyentuh tangan wanita sama sekali meskipun saat membaiat. (Hadis Riwayat Bukhari)

Inilah sebahagian etika pergaulan lelaki dan wanita selain mahram, yang mana apabila seseorang melanggar semuanya atau sebahagiannya saja akan menjadi dosa zina baginya, sebagaimana sabda Rasulullah SAW; Dari Abu Hurairah r.a. dari Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya ALLAH menetapkan untuk anak adam bahagiannya dari zina, yang pasti akan mengenainya. Zina mata dengan memandang, zina lisan dengan berbicara, sedangkan jiwa berkeinginan serta berangan- angan, lalu farji yang akan membenarkan atau mendustakan semuanya. (Hadis Riwayat Bukhari, Muslim & Abu Daud) Padahal ALLAH SWT telah melarang perbuatan zina dan segala sesuatu yang boleh mendekati kepada perbuatan zina. Sebagaimana Firman- NYA;
Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan jalan yang buruk. (al-Isra: 32)


Hukum Bercouple SETELAH memerhatikan ayat dan hadis tadi, maka tidak diragukan lagi bahawa bercouple itu haram, kerana beberapa sebab berikut:

1.Orang yang bercouple tidak mungkin menundukkan pandangannya terhadap kekasihnya.
2.Orang yang bercouple tidak akan boleh menjaga hijab.
3.Orang yang bercouple biasanya sering berdua-duaan dengan pasangan kekasihnya, baik di dalam rumah atau di luar rumah.
4.Wanita akan bersikap manja dan mendayukan suaranya saat bersama kekasihnya.
5.Bercouple identik dengan saling menyentuh antara lelaki dan wanita, meskipun itu hanya berjabat tangan.
6.Orang yang bercouple, boleh dipastikan selalu membayangkan orang yang dicintainya.


Dalam kamus bercouple, hal-hal tersebut adalah lumrah dilakukan, padahal satu hal saja cukup untuk mengharamkannya, lalu apatah lagi kesemuanya atau yang lain-lainnya lagi?


Fatwa Ulama Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin ditanya tentang hubungan cinta sebelum nikah. Jawab beliau;
"Jika hubungan itu sebelum nikah, baik sudah lamaran atau belum, maka hukumnya adalah haram, kerana tidak boleh seseorang untuk bersenang-senang dengan wanita asing (bukan mahramnya) baik melalui ucapan, memandang, atau berdua-duaan. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda: Janganlah seorang lelaki bedua-duaan dengan seorang wanita kecuali ada bersama- sama mahramnya, dan janganlah seseorang wanita berpergian kecuali bersama mahramnya."

Syaikh Abdullah bin abdur Rahman al-Jibrin ditanya; Jika ada seseorang lelaki yang berkoresponden dengan seorang wanita yang bukan mahramnya, yang pada akhirnya mereka saling mencintai, apakah perbuatan itu haram? Jawab beliau;
"Perbuatan itu tidak diperbolehkan, kerana boleh menimbulkan syahwat di antara keduanya, serta mendorongnya untuk bertemu dan berhubungan, yang mana koresponden semacam itu banyak menimbulkan fitnah dan menanamkan dalam hati seseorang untuk mencintai penzinaan yang akan menjerumuskan seseorang pada perbuatan yang keji, maka dinasihati kepada setiap orang yang menginginkan kebaikan bagi dirinya untuk menghindari surat-suratan, pembicaraan melalui telefon, serta perbuatan semacamnya demi menjaga agama dan kehormatan dirinya."

Syaikh Jibrin juga ditanya; Apa hukumnya kalau ada seorang pemuda yang belum menikah menelefon gadis yang juga belum menikah? Jawab beliau;
"Tidak boleh berbicara dengan wanita asing (bukan mahram) dengan pembicaraan yang boleh menimbulkan syahwat, seperti rayuan, atau mendayukan suara (baik melalui telefon atau lainnya). Sebagaimana firman ALLAH SWT; Dan janganlah kalian melembutkan suara, sehingga berkeinginan orang-orang yang berpenyakit di dalam hatinya. (al-Ahzaab: 32). Adapun kalau pembicaraan itu untuk sebuah keperluan, maka hal itu tidak mengapa apabila selamat daripada fitnah, akan tetapi hanya sekadar keperluan."

Syubhat Dan Jawapan Yang Sebenarnya Keharaman bercouple lebih jelas dari matahari di siang hari. Namun begitu masih ada yang berusaha menolaknya walaupun dengan dalil yang sangat rapuh, antaranya: Tidak Boleh dikatakan semua cara bercouple itu haram, kerana mungkin ada orang yang bercouple mengikut landasan Islam, tanpa melanggar syariat Jawabnya: Istilah bercouple berlandaskan Islam itu Cuma ada dalam khayalan, dan tidak pernah ada wujudnya. Anggap sajalah mereka boleh menghindari khalwat, menyentuh serta menutup aurat. Tetapi tetap tidak akan boleh menghindari dari saling memandang, atau saling membayangkan kekasihnya dari masa ke semasa. Yang mana hal itu jelas haram berdasarkan dalil yang kukuh.


Biasanya sebelum memasuki alam perkahwinan, perlu untuk mengenal terlebih dahulu calon pasangan hidupnya, fizikal, karaktor, yang mana hal itu tidak akan boleh dilakukan tanpa bercouple, kerana bagaimanapun juga kegagalan sebelum menikah akan jauh lebih ringan daripada kalau terjadi setelah menikah. Jawabnya: Memang, mengenal fizikal dan karaktor calon isteri mahupun suami merupakan satu hal yang diperlukan sebelum memasuki alam pernikahan, agar tidak ada penyesalan di kemudian hari. Namun, tujuan ini tidak boleh digunakan untuk menghalalkan sesuatu yang telah sedia haramnya. Ditambah lagi, bahawa orang yang sedang jatuh cinta akan berusaha bertanyakan segala yang baik dengan menutupi kekurangannya di hadapan kekasihnya. Juga orang yang sedang jatuh cinta akan menjadi buta dan tuli terhadap perbuatan kekasihnya, sehingga akan melihat semua yang dilakukannya adalah kebaikan tanpa cacat. Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Darda; Cintamu pada sesuatu membuatmu buta dan tuli.

Fenomena Couple Dalam situasi terkini, fenomena pergaulan bebas dan pengabaian terhadap nilai-nilai murni Islam berlaku pada tahap yang amat membimbangkan. Kebanyakan umat Islam kini tidak lagi menitik beratkan nilai-nilai dan adab-adab sopan yang dianjurkan oleh Islam melalui al-Quran dan sunnah rasul-NYA. Mereka bukan setakat mengabaikannya dan menganggap perkara itu tidak penting, bahkan mereka menganggapkannya sebagai satu perkara yang menyusahkan aktiviti mereka yang menurutkan nafsu dan perasaan semata-mata itu. Nauzubillah Marilah kita sama-sama menjauhi perkara yang seumpama itu dan mejauhi hal-hal yang telah dilarang (haram). Tegakkanlah yang benar dan katakanlah salah kepada yang batil. Janganlah berhujah untuk membenarkan perkara yang telah terang haramnya di sisi ALLAH>>


How To Update This Blog

kpd semua sahabat2, sesiapa yang nak update blog ni anda teramat sangat dialu alukan. tapi, untuk update, kena ade id n password kn??
so, blh mntak ngan syafiq joe/zainal/yard/or sape2 saje yang mengetahui.
sekian, terima kasih..